byUm dA jDuL>>>>>>
dimalam yang sepi ini
aku termenung sendiri
menatap seluruh bintang-bintang yang bersinar terang
alangkah indahnya
mereka bagaikan menari-nari
betapa indahnya ciptaan yang maha kuasa
aku berbisik dalam hati
aku ingin menjadi seperti bintang itu
bintang yang bisa menerangi seluruh alam semesta
bintang yang bisa menjadi tempat mencurahkan hati setiap orang
cREaTeD bY”"”
mE (gHe_tHa)
Tambah komentar Mei 12, 2009 gitasari
KEKASIHKKU
teringat selalu wajah kekasihku
saatku menuai lagu coba engaku dengarkan
kutuaikan nada lirik lagu sederhana
kuceritakan kisah tentang kita
peganglah tnganku saat engkau rapuh
saat kau mulai terjatuh aku datang menyelamatkanmu
ini surga kita tiada yg menguasainya
tempat kita bersandar dan bertahta
BY: DODHY
PUISI HATI
disetiap hela napasku
debar-debar jantungku
dan disemua mimpi-mimpi indahku
selalu terlintas wajah dirinya
disaat dia berada disampingku
mengapa jantung ini berdebar lebih kencang
aku merasa ada sesuatu yang beerbeda
perasaanku tak menentu ketika berada disamping dirinya
aku tak mengerti apa yanng sedang terjadi pada diriku ini
apakah ini yang dinamakan cinta??????? atau………………
hanya perasaan sesaat dan ttrus hilang
meninggalkanku tanpa meninggalkan bekas sedikitpun dihatiku
aku tak tahu
hanya waktu yang bisa menjawab
semuja keresahan hatiku………
BY>>>
GHE_THA
Tambah komentar Mei 4, 2009 gitasari
Langkah tepat
Pembangunan Sekolah Dasar Percontohan setidaknya menjawab tiga tantangan pendidikan yang meliputi: pertama, tantangan peningkatan nilai tambah. Kedua, tantangan mengantisipasi perubahan struktur masyarakat, dan ketiga, tantangan meningkatkan daya saing di era pasar bebas ASEAN yang sudah digelindingkan sejak 1 Januari 2003. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, serta peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan di masa yang akan datang. Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di era pasar bebas sangat tergantung pada investasi bidang pendidikan, penelitian, dan pembangunan alih teknoologi, dimana peningkatan infrasruktur pendidikan dasar memegang kunci yang amat menentukan.
Mantan Menteri Keuangan serta ekonom, Prof. Dr. Budiono dalam artikelnya Pendidikan, Perubahan Struktural dan Investasi di Indonesia (Majalah Prisma, 5 Mei 1994, halaman 21-50) menyimpulkan bahwa nilai balik sosial riil investasi pendidikan di Indonesia dan beberapa negara Afrika dan Amerika Latin secara konsisten lebih tinggi daripada nilai balik sosial riil investasi modal fisik di sebagian besar bidang lainnya. Selanjutnya hasil penelitian Budiono menunjukkan bahwa karena sebagian besar penduduk berpendapatan rendah di beberapa daerah, maka perluasan dan peningkatan infrastruktur pendidikan dasar tidak hanya merupakan strategi jangka panjang, tetapi juga memajukan keadilan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai balik riil investasi infrastruktur yang memadai pada tingkat pendidikan dasar di Indonesia mencapai angka 27%, di Pakistan 33%, dan Amerika Latin 26%. Bandingkan dengan kenyataan nilai balik riil pembiayaan pendidikan pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi yang hanya mencapai berturut-turut 15% dan 13%.
Tambah komentar April 28, 2009 gitasari
Masalah anggaran
Berangkat dari cita-cita investasi SDM inilah, maka pada masa dua tahun kepemimpinannya, Walikota Bima, Nur latif, menggagas ide pembangunan 6 unit SD Percontohan. Pembangunan 6 gedung Sekolah Dasar modern bertaraf internasional, Nur Latif menyebutnya sebagai suatu pembangunan visioner yang harus diwujudkan oleh Pemerintah Kota Bima. Tidak kecil tantangan yang harus dihadapi oleh Pemkot pada awal dicetuskannya ide ini. Kritikan datang dari berbagai pihak. Banyak hal yang disampaikan oleh pers keluar dari substansinya sehingga masyarakat makin tidak mengerti. “Saatnya kita membuktikan bahwa kita mampu”, tegas Nur Latif menjawab berbagai keraguan yang ditujukan padanya.
Masalah yang paling besar tentu saja masalah dana. PAD Kota Bima yang tidak cukup besar tidak mungkin menyokong ide ini. Guna memecahkan masalah tersebut, Walikota Bima mengambil langkah strategis dengan melakukan lobi-lobi ke luar daerah. Usaha ini membuahkan hasil. Kota Bima mendapat dukungan dari konsorsium 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, yang dimotori oleh Bank Jatim. Pada Mei 2005 dilakukan penandatanganan akte perjanjian kontrak konsorsium ini untuk mendukung PT Varindo Lombok Inti yang ditunjuk sebagai kontraktor dengan budjet Rp. 115 milyar.
Pembangunan SD Percontohan ini akhirnya selesai pada tahun 2006, hanya memakan waktu yang relatif singkat yaitu satu tahun. Acara peresmiannya pun menjadi momen monumental yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. DR. Bambang Sudibyo, yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 2006 bertempat di SD 55 Kota Bima. Dalam kesempatan tersebut Mendikbud RI menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada Pemerintah Kota Bima yang telah mampu mewujudkan ide yang sebelumnya dianggap tidak mungkin.
Tambah komentar April 28, 2009 gitasari
Penyediaan minimal fasilitas pendidikan yang diperlukan suatu kota harus dapat memenuhi kebutuhan penduduk sampai tingkat pendidikan menengah. Penyediaan fasilitas pendidikan tersebut selain disediakan oleh pemerintah juga dapat didukung oleh pihak swasta dalam bentuk yayasan pendidikan. Dilihat dari sisi kuantitasnya, fasilitas pendidikan yang ada di Kota Bima dapat dikatakan sudah memadai dan sudah mempunyai tingkat pelayanan yang tinggi. Fasilitas pendidikan yang ada tersebut sudah dapat memenuhi kebutuhan penduduk, baik untuk pendidikan pra sekolah (STK), pendidikan dasar (SD dan SLTP) dan pendidikan menengah (umum dan kejuruan) maupun perguruan tinggi.
Fasilitas pendidikan yang terdapat di Kota Bima pada tahun 2005 adalah Sekolah Taman Kanak-kanak (STK) sebanyak 50 (lima puluh) unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 88 (delapan puluh delapan) unit ditambah Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 7 (tujuh) unit, Sekolah Menengah Pertama (SLTP) sebanyak 17 (tujuhbelas) unit ditambah Madrasah Tsanawiyah sebanyak 8 (delapan) unit, Sekolah Menengah Umum (SMU) sebanyak 14 (empatbelas) unit ditambah Madrasah Aliyah sebanyak 5 (lima) unit, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 6 (enam) unit serta Perguruan Tinggi sebanyak 5 (lima) unit.
Untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sumberdaya manusia yang berkualitas, sebuah kota otonom penting memiliki Perguruan Tinggi Negeri yang berbasis kebutuhan lokal dengan orientasi global.
Untuk membangun manusia unggul harus berangkat dari filosofi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Menata pendidikan mereka sejak dini merupakan sesuatu yang mutlak. Jika mutu pendidikan dasar baik, apakah itu bangunannya, fasilitas belajar, maupun buku serta gurunya, maka baiklah selanjutnya. Sekolah yang bermutu dan sehat akan memicu gairah belajar anak. Mereka akan menganggap sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Sekolah dapat berubah menjadi wahana yang memikat bukan sebaliknya, membuat siswa tidak betah bahkan takut.
Menciptakan kondisi sekolah yang ideal seperti itu berarti kita sudah mulai membangun fondasi kokoh dalam pengembangan SDM. Memang, hasilnya tidak serta merta terlihat dalam lima-enam tahun kedepan. Tapi kita telah menciptakan generasi unggul karena hitungan investasi SDM akan kelihatan hasilnya pada generasi berikutnya.
Tambah komentar April 28, 2009 gitasari
Hello guys!!!!!! welcome di my wordpress!!!!!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
1 komentar April 14, 2009 gitasari